Thursday, 27 August 2015

Kesadaran Berlalu Lintas

Pagi ini seperti biasa ku genjot motor kesayangan untuk malakukan aktifitas, rutinitas yang memang menjenuhkan yang harus dilakukan setiap hari demi sesuap nasi. Beberapa saat ketika akan mendekati  traffic light (kondisi pagi jam 7 kurang), terlihat dari kejauhan sudah terdapat antrian panjang (perkiraanku, aku akan kena dua kali lampu merah di traffic light ini). Benar kali ini dua kaliku dapati stop merah di tempat ini. Huh, seharusnya ini merupakan hal biasa yang semestinya akupun semakin terbiasa dengan keadaan ini, karena memang setiap hari kondisinya seperti ini. Hal ini terjadi bukan hanya ketika aku berangkat saja, saat pulang kerjapun malah lebih parah. Terkadang ketika macet datang tak jarang tensi amarah pengendarapun mudah tersulut (sudah capek kerja, masih disuguhi kondisi jalan yang semrawut), maka tak jarang akupun melihat percekcokan di tengah jalan hanya karena kemacetan. Memang kita sebagai masyarakt kita harus mengakui tingkat taat hukum kita dijalanan terkadang masih sangat kurang. Tak jarang aku sering mendapati jalan di traffic light yang seharusnya jika kekiri bisa jalan terus, tapi malah dipenuhi oleh kendaraan yang ingin melaju lurus, tentu ini akan menimbulkan antrian kendaraan panjang dibelakangnya kan. Dan masih banyak lagi kegiatan masyarakat kita yang kurang sadar akan aturan berlalu lintas. Mungkin ini juga bukan sepenuhnya kesalahan mereka, mungkin juga hal ini terjadi karena mereka melihat apa yang sudah dari dulu turun menurun di perlihatkan dijalanan seperti itu dan hal ini membentuk pola pikir mereka untuk melakukan hal yang sama dan mereka menganggap hal ini adalah lumrah. Bagaimanapun pembentukan moral saat pendidikan dasar merupakan kunci dadi keluhuran suatu bangsa.

Beberapa saat sambil menunggu lampu hijau, tiba tiba teringat berita di salah satu stasiun tv swasta yang semalam membahas tentang kemacetan di ibukota kita tercinta. Saya masih bersyukur kemacetan yang saya alami ini tidak separah di jakarta. Walaupun tidak menutup kemungkinan, untuk beberapa tahun kedepan pasti akan seperti jakarta jika tidak ada penanganan serius oleh instansi instansi terkait dan masyarakat sendiri tentunya. Jika kemacetan tidak segera dilakukan penanganan khusus pasti akan menjadikan masalah besar dikemudian hari. Tahukan anda? Persentase stressing dikota dengan tingkat kemacetan tinggi berbanding lurus dengan persentase kemacetan. Bagaimana tidak? Tingkat kemacetan tinggi pastilah akan meningkatkan stressing seseorang dan tentu jika terjadi dalam waktu yang lama ketahanan tubuh seseorang juga akan terganggu. Maka tidak jarang kan di kota kota besar tingkat penyakit beratpun lebih tinggi daripada dikota kecil.

Hal ini tidak boleh berlanjut lebih lama lagi, jelas ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Oke, baiklah katakanlah ini 100% kewajiban pemerintah untuk mencari solusinya. Tapi apa yang terjadi jika masyarakatnyapun tidak ada kesadaran akan kemacetan yang semakin hari semakin berbahaya ini? Aku rasa sehebat apapun pemerintahan, jika masyarakatnya acuh tak acuh pastilah akan sulit juga untuk mengatasinya. Dari pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan banyak terobosan untuk mengurai kemacetan dikota kota besar, mulai dari pelebaran jalan yang dilakukan hampir setiap tahun, pembuatan jalan bawah tanah, jembatan layang, hingga monorel. Dan hasilnya apa? Kemacetan berkurang tapi tidak secara signifikan. Kembali ke kesadaran masyarakat, sebagaimanapun jalur yang dibuat pemerintah jika masyarakatnya tidak memiliki kesadaran untuk saling tepo sliro dan sadar diri  pastilah hanya dalam hitungan bulan akan terjadi kemacetan luar biasa lagi. Mungkin kita harus mulai mencoba pendekatan pendekatan persuasif kepada masyarakat perkotaan agar lebih menyadari andil mereka dalam mengurai kemacetan. Mulai dari menyadarkan mereka untuk lebih taat hukum berlalu lintas, saling memahami hak hak orang lain, contohnya untuk penggunaan kendaraan pribadi jika hanya sendiri lebih baik menggunakan motor saja, dan masih banyak lagi. Tentu hal ini bukan hal mudah, perlu ada beberapa lembaga khusus (mungkin dari kepolisian) yang mau membagikan pemikiran pemikirannya tentang kesadaran kepada masyarakat umum yang dengan demikian akan membentuk pola pikir baru kepada masyarakat umum (lebih baik untuk anak kecil juga dilakukan hal yang sama,tp mungkin bisa di tanamkan di pendidikan formal, ada semacam penanaman kesadaran berlalu lintas yang dilakukan polisi di sekolah sekolah, dilakukan secara rutin). Jika semua masyarakat dan anak kecil sudah sadar akan kewajiban dan hak mereka secara pas dan benar pastilah untuk beberapa tahun kedepan kemacetan bisa teratasi. Jika berfikir seperti ini jadi teringat ada komunitas bernama nebengers, dimana jika ada seseorang ingin pergi dan kebetulan satu jalur dengan orang lain, bisa menggunakan kendaraan bersama. Ini tentunya salah satu kesadaran masyarakat yang patut kita pupuk terus. Bayangkan jika, semua masyarakat kota besar dapat melakukan hal demikian, manfaatnyapun akan kembali ke kita sendiri dengan tidak menemui lagi kemacetan berarti.

Kemudian dari beberapa sopir angkutan yang mulai mengeluhkan juga dengan omset mereka yang menurun karena lebih banyak masyarakat yang memilih kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan angkutan umum. Coba deh, kalian (pemilik angkutan umum) pikir lagi. Posisikan lah anda sebagai penumpang, jika anda menjadi penumpang apa anda sudah nyaman dengan apa yang anda dapatkan di angkutan umum anda. Jika dirasa kurang nyaman, coba deh benahi apa yang menurut anda perlu. Mungkin dari kebersihannya, keamanannya, atau anda bisa menambahkan fasilitas lain di angkutan umumnya. Untuk memberikan fasilitas terbaik untuk masyarakat mungkin bisa menaruh beberapa anggota kepolisian lalu lintas untuk ditempatkan di beberapa titik vital kemacetan, titik titik vital yang rawan kejahatan, dititik vital terjadi pelanggaran lalu lintas. Dengan demikian diharapkan ketika terjadi hal yang dirasa tidak diinginkan sudah ada aparat yang siap dan sigap untuk penanganan lanjutan tentunya dengan bijaksana dalam menyikapinya. Dan mungkin bisa juga di sosialisasikan dan di pasang banner banner call center kepolisisan di sekitaran jalanan padat kendaraan, agar jika saat terjadi kemacetan dan tidak ada anggota ditempat, masyarakat bisa langsung meminta bantuan kepada kepolisian melalui call center tersebut. Karena memang untuk mengatasi kemacetan harus ada peran peran dari semua lapisan masyarakat. Tidak mungkin hanya membebankannya kepada pemerintah saja, atau polisi saja. Namun tetap merekalah yang memiliki peran besar untuk mengatasi kemacetan.
Harapanku pribadi sebagai salah satu pengguna jalan, suatu saat nanti ketika semua lapisan masyarakat dan aparat saling menyadari dan memahami pentingnya kesadaran berlalu lintas maka akan tercipnya kondisi lalu lintas yang lebih baik lagi tentunya dengan tidak mementingkan ego masing masing.