Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua.
Kali ini saya mau berbagi cerita sedikit tentang hal yang kurang mengenakan , yaitu penipuan yang saya alami beberapa hari yang lalu, sampai saat inipun saya masih belum ikhlas.
Oke, mari langsung saja saya ceritakan kronologinya.
Saya jelasin dulu apa yang saya punyai, soalnya ini berhubungan dengan yang akan saya ceritakan:
1. Posisi saya disini mempunyai 1 handphone iphone 4 warna hitam(batre drop, hanya hp dan kabel data saja)
2. Samsung J7Pro (kondisi lcd ngangkat karena pernah ganti lcd dan tidak orisinil) kelengkapan hanya HP+pelindung karet dan carger saja.
Sekarang langsung kecerita ya.
Ahir bulan Juli 2019 kemarin saya mencari HP J7 Pro mulus di situs olx.co.id karena saya mau mengganti samsung J7 Pro saya yang LCDnya terangkat dengan yang mulus.
Dan dapatlah iklan yang menurut saya cocok, yaitu Samsung J7 Pro hitam batangan (HP dan cas) dijual dengan harga 1.550.000 nego. Saya whatsapp si penjual untuk melakukan Tukar tambah (TT)dengan hp samsung saya. Kemudian si penjual meminta tambah -+500an ribu, saya keberatan kemudian TT tidak jadi (chat berahir), selang beberapa menit si penjual melakukan chat lagi dengan saya untuk menawarkan ke teman teman saya kalau ada yang mau pinjam uang, karena sepengakuan si penjual dia bekerja sebagai marketing atau makelar sekaligus gadai handphone dan memperkenalkan dirinya bernama RISKI dengan nomor HP 083149690042. Kemudian dia mulai menjelaskan tentang HP2 yang dia jual, plus minus HP2 bermerk. Sampailah dia menanyakan apakah ada HP lain yang mau dijual. Kemudian saya menawarkan Iphone 4 saya kondisi ngedrop baterainya dan batangan. Setelah tawar menawar, jadilah dibeli Iphone 4 ku seharga 100ribu.
Paginya dia minta suruh packing dulu, nanti mau ditransfer. Sampai sore belum ditransfer, hingga hari berikutnya yaitu tanggal 29 Juli 2019 baru ditransfer sekitar jam setengah 2 siang di BRI Unit Terban melalui trasfer Tunai di teller, berdasarkan histori di Internet Banking saya, transfer tersebut bernamakan KUKUH. Ketika barang mau saya kirim dia memintanya bukan dikirim kejogja melainkan ke serpong, ke orang yang bernama ROBBY alamat KENCANA LOKA BLOK E6/30 SEKTOR XII BSD SERPONG dengan nomor HP 082133792729. Saya kirim ke alamat tersebut atas kemauan RISKI melalui J&T.
Selang sehari, dia (RISKI) menawarkan lagi ada J7 Pro warna biru klo mau TT dengan J7 Pro milikku yang LCDnya terangkat itu. Setelah nego2, dia minta tambah 300ribu klo TT. Karena ada halangan saya tidak jadi TT. Diapun menawarkan klo HPku mau dijual biar dia iklankan, sayapun setuju.
Hingga tanggal 1 Agustus 2019 kemarin pagi hari dia mengabarkan bahwa HP J7 Pro saya ada yang mau beli seharga 1,27jt. Dia meminta saya mengantarkan ke jogja tepatnya di Jalan Tambakboyo No.29B CondongCatur Yogyakarta. Karena pada waktu itu saya tidak bisa kejogja, kemudian dia meminta saya untuk mengirimkan HP tersebut via gojek ke alamat tersebut karena pembeli memaksa sekarang. Uang nanti akan ditransfer ke saya jika barang sudah dibawa alias dibayar pembeli. Sayapun menyetujuinya tanpa curiga sedikitpun. Kemudian dia (RISKI) menelpon saya bilang bahwa udah sore dan bank sudah tutup, jadi tidak bisa transfer. Sampai disini saya tidak menaruh curiga sedikitpun.
Kemudian pada tanggal 3 Agustus 2019 saya kejogja untuk mengambil uang tersebut, sekalian ke Bazar buku JEC. Ketika di JEC, RISKI menelpon meminta bantuan untuk mengisikan saldo OVO grabnya sebesar 50ribu karena dompet dan kunci mobilnya terkunci didalam mobil. Tibalah jam 5 sore, saya ke TAMBAKBOYO untuk mengambil uang saya, tetapi saya tunggu sampai 1,5jam tidak ada respon apaun dari RISKI dan nomor HP RISKI sudah tidak aktif. Barulah saya sadar bahwa saya telah ditipu. Dan salahnya lagi, ketika HP J7 Proku aku kirim via gojek ke jogja, aku reset semua. Jadi percakapan sudah tidak ada dan belum sempat aq screenshot.
Saya menyadari ini adalah kesalahan saya karena dengan mudahnya percaya terhadap orang asing, terlebih belum pernah bertemu sekalipun. Saya tau ini adalah teguran dari TUHAN, karena saya sudah lama mengabaikanNYA.
Saat ini saya mencoba ikhlas, semoga teman2 tidak mengalami apa yang saya alami. Ambil pelajarannya, jangan seperti saya.
Kali ini saya mau berbagi cerita sedikit tentang hal yang kurang mengenakan , yaitu penipuan yang saya alami beberapa hari yang lalu, sampai saat inipun saya masih belum ikhlas.
Oke, mari langsung saja saya ceritakan kronologinya.
Saya jelasin dulu apa yang saya punyai, soalnya ini berhubungan dengan yang akan saya ceritakan:
1. Posisi saya disini mempunyai 1 handphone iphone 4 warna hitam(batre drop, hanya hp dan kabel data saja)
2. Samsung J7Pro (kondisi lcd ngangkat karena pernah ganti lcd dan tidak orisinil) kelengkapan hanya HP+pelindung karet dan carger saja.
Sekarang langsung kecerita ya.
Ahir bulan Juli 2019 kemarin saya mencari HP J7 Pro mulus di situs olx.co.id karena saya mau mengganti samsung J7 Pro saya yang LCDnya terangkat dengan yang mulus.
Dan dapatlah iklan yang menurut saya cocok, yaitu Samsung J7 Pro hitam batangan (HP dan cas) dijual dengan harga 1.550.000 nego. Saya whatsapp si penjual untuk melakukan Tukar tambah (TT)dengan hp samsung saya. Kemudian si penjual meminta tambah -+500an ribu, saya keberatan kemudian TT tidak jadi (chat berahir), selang beberapa menit si penjual melakukan chat lagi dengan saya untuk menawarkan ke teman teman saya kalau ada yang mau pinjam uang, karena sepengakuan si penjual dia bekerja sebagai marketing atau makelar sekaligus gadai handphone dan memperkenalkan dirinya bernama RISKI dengan nomor HP 083149690042. Kemudian dia mulai menjelaskan tentang HP2 yang dia jual, plus minus HP2 bermerk. Sampailah dia menanyakan apakah ada HP lain yang mau dijual. Kemudian saya menawarkan Iphone 4 saya kondisi ngedrop baterainya dan batangan. Setelah tawar menawar, jadilah dibeli Iphone 4 ku seharga 100ribu.
Paginya dia minta suruh packing dulu, nanti mau ditransfer. Sampai sore belum ditransfer, hingga hari berikutnya yaitu tanggal 29 Juli 2019 baru ditransfer sekitar jam setengah 2 siang di BRI Unit Terban melalui trasfer Tunai di teller, berdasarkan histori di Internet Banking saya, transfer tersebut bernamakan KUKUH. Ketika barang mau saya kirim dia memintanya bukan dikirim kejogja melainkan ke serpong, ke orang yang bernama ROBBY alamat KENCANA LOKA BLOK E6/30 SEKTOR XII BSD SERPONG dengan nomor HP 082133792729. Saya kirim ke alamat tersebut atas kemauan RISKI melalui J&T.
Selang sehari, dia (RISKI) menawarkan lagi ada J7 Pro warna biru klo mau TT dengan J7 Pro milikku yang LCDnya terangkat itu. Setelah nego2, dia minta tambah 300ribu klo TT. Karena ada halangan saya tidak jadi TT. Diapun menawarkan klo HPku mau dijual biar dia iklankan, sayapun setuju.
Hingga tanggal 1 Agustus 2019 kemarin pagi hari dia mengabarkan bahwa HP J7 Pro saya ada yang mau beli seharga 1,27jt. Dia meminta saya mengantarkan ke jogja tepatnya di Jalan Tambakboyo No.29B CondongCatur Yogyakarta. Karena pada waktu itu saya tidak bisa kejogja, kemudian dia meminta saya untuk mengirimkan HP tersebut via gojek ke alamat tersebut karena pembeli memaksa sekarang. Uang nanti akan ditransfer ke saya jika barang sudah dibawa alias dibayar pembeli. Sayapun menyetujuinya tanpa curiga sedikitpun. Kemudian dia (RISKI) menelpon saya bilang bahwa udah sore dan bank sudah tutup, jadi tidak bisa transfer. Sampai disini saya tidak menaruh curiga sedikitpun.
Kemudian pada tanggal 3 Agustus 2019 saya kejogja untuk mengambil uang tersebut, sekalian ke Bazar buku JEC. Ketika di JEC, RISKI menelpon meminta bantuan untuk mengisikan saldo OVO grabnya sebesar 50ribu karena dompet dan kunci mobilnya terkunci didalam mobil. Tibalah jam 5 sore, saya ke TAMBAKBOYO untuk mengambil uang saya, tetapi saya tunggu sampai 1,5jam tidak ada respon apaun dari RISKI dan nomor HP RISKI sudah tidak aktif. Barulah saya sadar bahwa saya telah ditipu. Dan salahnya lagi, ketika HP J7 Proku aku kirim via gojek ke jogja, aku reset semua. Jadi percakapan sudah tidak ada dan belum sempat aq screenshot.
Saya menyadari ini adalah kesalahan saya karena dengan mudahnya percaya terhadap orang asing, terlebih belum pernah bertemu sekalipun. Saya tau ini adalah teguran dari TUHAN, karena saya sudah lama mengabaikanNYA.
Saat ini saya mencoba ikhlas, semoga teman2 tidak mengalami apa yang saya alami. Ambil pelajarannya, jangan seperti saya.